10 Makanan Terlarang di Dunia

08-Jan-2021 16:23

Ada beberapa jenis makanan tertentu yang harus dihindari karena alasan kesehatan. Tapi, bagaimana jika larangan itu muncul dari pemerintah?

Faktanya, ada beberapa makanan--dengan kriteria tertentu--yang dilarang dikonsumsi di sejumlah negara. Alasannya bermacam-macam, mulai dari lingkungan, kesehatan, dan budaya yang berlaku di negara bersangkutan.

Menariknya, beberapa makanan yang dilarang tersebut justru sangat sering dijumpai dalam keseharian banyak orang. Mengutip berbagai sumber, berikut beberapa makanan yang dilarang di berbagai negara.

1. Salmon hasil ternak

Salmon jadi salah satu makanan dengan segudang manfaat untuk kesehatan. Selain yang ditemukan secara liar, ada pula salmon yang dibesarkan di peternakan. Namun ternayta, salmon yang diternak menimbulkan sejumlah masalah lingkungan.

Mengutip Eat This, beberapa negara termasuk Selandia Baru dan Australia telah melarang penjualan dan konsumsi salmon yang dibesarkan di peternakan dalam upaya mengurasi polusi.

“Saat berbelanja, hindari salmon dengan warna keabu-abuan dan pilih ikan yang berlabel 'sockeye' atau 'Alaska' untuk memastikan bahwa Anda membeli salmon liar,” tulis Eat This.

2. Hati Angsa

Foie gras atau hati angsa bisa jadi salah satu makanan mewah dan nikmat di Prancis. Namun, hati angsa ini tak mendapatkan tempat di sejumlah negara lain seperti Italia, Denmark, Finlandia, Norwedia, Polandia, Israel, dan Jerman.

Alasannya terkait dengan kesejahteraan hewan. Pasalnya, untuk mendapatkan foie gras, angsa harus menjalani beragam proses secara paksa untuk memperbesar hatinya hingga 10 kali ukuran normal.

3. Kaviar Beluga

Harga Kaviar Beluga bisa mencapai US$200 atau sekitar Rp2,8 juta per ons. Kaviar jenis ini dilarang di Amerika Serikat untuk melindungi spesies yang terancam punah. Sebagai upaya mengurangi perburuan, AS telah melarang impor kaviar Beluga sejak 2005 silam.

4. Permen karet

Singapura sangat dikenal dengan kebersihannya. Negara satu ini bahkan tak main main dengan permen karet yang dibuang begitu saja dan dirasa mengganggu.

Singapura mulai melarang peredaran permen karet pada tahun 1992 silam. Permen jenis ini dilarang untuk menjaga jalanan tetap bersih. Siapa pun yang menjual permen karet berisiko hukuman penjara dua tahun atau denda $1.000 atau sekitar Rp10,5 juta.

5. Saus tomat

Kentang goreng mungkin tak akan nikmat tanpa saus tomat. Namun anak-anak di Prancis mendapat pembatasan untuk mengkonsumsi sus tomat.

Pada tahun 2011, Prancis mulai membatasi penggunaan saus tomat dalam pola makan masyarakat. Kala itu, Prancis memperkenalkan pedoman nutrisi di sekolah-sekolah, salah satunya pembatasan saus berbahan dasar tomat. Siswa pun hanya diperbolehkan mengonsumsi saus tomat dengan kentang goreng seminggu sekali.

6. Sirip hiu

Penjualan dan konsumsi sirip hiu, yang digunakan dalam sup dan santapan Cina, dilarang di California, AS. Pelarangan dilakukan untuk melindungi spesies hidu dan melarang praktik tidak manusiawi dalam memotong sirip hiu.

7. Susu mentah

Hampir semua negara bagian di AS telah melarang penjualan susu mentah atau susu yang tidak dipasteurisasi. Otoritas setempat menyarankan untuk menghindari susu jenis ini karena potensi penyakit yang dibawanya.

Kendati susu mentah sangat dilarang di AS, tetapi banyak negara Eropa justru menyarankan masyarakatnya untuk mengkonsumsi susu mentah.

8. Bawang putih

Bawang putih tak dilarang secara teknis di mana pun. Hanya saja, mengutip The Daily Meal, bawang putih menjadi sesuatu yang tabu di antara biksu Buddha di China.

9. Samosa

Samosa adalah kue goreng berbentuk segitiga yang berisi daging yang dilarang oleh Al Shabaab, kelompok Muslim ekstremis yang menguasai sebagian besar Somalia yang dilanda perang. Kelompok tersebut telah melarang penduduk setempat untuk memakan kue tersebut. Pasalnya, penjual samosa dianggap tidak bermoral karena mengisi kue goreng dengan daging busuk.

10. Fugu

Fugu berasal dari ikan buntal yang sangat berbahaya. Para koki yang memasaknya harus melalui pelatihan bertahun-tahun sebelum dapat menyaikan hidangan ini. Jika tidak disiapkan dan dibersihkan dengan benar, sejumlah senyawa kimia beracun di dalamnya bisa menimbulkan ancaman kematian.

Karena alasan itu-lah, Jepang telah berkali-kali melarang peredaran fugu dalam sejarah. Kini, hanya sedikit koki terlatih yang diperbolehkan meracik fugu. Namun, fugu sama sekali tidak dilarang di AS. (*)

 

Sumber: Kabare.id