12 Buah dan Sayuran Paling 'Kotor' di Pasaran

24-Mar-2021 14:51

Sudah bukan rahasia lagi, buah dan sayuran menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan. Berbagai nutrisi yang terkandung di dalamnya memberikan banyak manfaat untuk tubuh.

Sayangnya, banyak buah dan sayuran yang ada di pasaran terpapar oleh pestisida yang digunakan dalam proses perawatan tanaman.

Meski manfaat sayur dan buah sudah tak diragukan lagi, namun tetap penting untuk mencegah paparan pestisida berlebih ke dalam tubuh.

"Penting untuk mengurangi paparan pestisida, karena bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti kanker, gangguan hormon, dan mengganggu perkembangan otak anak," ujar ahli toksikologi Environmental Working Group, Thomas Galligan, mengutip Eat This.

EWG sendiri setiap tahunnya merilis Shopper's Guide to Pestisida in Produce. Panduan ini berisi daftar buah dan sayuran yang paling banyak mengandung pestisida.

Berikut daftar buah dan sayuran 'kotor' yang mengandung residu pestisida.

1. Stroberi

Stroberi menjadi buah yang paling banyak mengandung residu pestisida. Namun, penting untuk dicatat bahwa pengujian terhadap stroberi terakhir dilakukan pada 2016. Hal ini pula yang membuat stroberi tetap berada di urutan teratas.

Kendati demikian, Galligan tetap yakin bahwa kandungan residu pestisida dalam stroberi tetap sama dari tahun ke tahun karena praktik perkebunan non-organik yang masih tinggi.

2. Bayam

Meski masuk ke dalam sayuran dengan kandungan residu pestisida tertinggi, bayam tak seharusnya dihapus dari daftar bahan makanan yang penting untuk kesehatan. Bayam organik bisa menjadi solusi. Namun, jika tak bisa mendapatkan organik, selalu cuci bersih daun bayam sebelum dimasak.

3. Sayuran Hijau

Sayuran hijau, seperti kale dan sawi, mengandung banyak residu pestisida DCPA. Pestisida satu ini diklasifikasikan sebagai zat yang bersifat karsinogen atau menyebabkan kanker.

Namun, hal ini tak menjadi alasan untuk berhenti mengonsumsi sayuran hijau. EWG sangat mendorong konsumen membeli kangkung yang ditanam secara organik. Termasuk juga jenis sawi-sawian.

4. Persik

Persik yang segar dan halus menjadi efek dari terlalu banyaknya residu pestisida. Jika ragu, Anda bisa mencoba membeli persik organik. Tapi, jika tidak, jangan lupa untuk membersihkannya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

 

5. Apel

Sama seperti yang lainnya, banyak apel jenis apa pun mengandung residu pestisida. Untuk menghindari paparan pestisida, Anda disarankan mengonsumsi apel organik.

6. Anggur

Anggur juga termasuk di antara sekumpulan tanaman yang paling mungkin mendapatkan paparan pestisida. Pertimbangkan membeli anggur organik untuk menghindari paparan bahan kimia yang berpotensi merusak tubuh.

7. Ceri

Ceri sering terkontaminasi oleh pestisida yang disebut klorpirifos. Pestisida satu ini kerap digunakan sebagai alternatif pengganti DDT. DDT sendiri telah dilarang oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS karena dikhawatirkan memicu bahaya bagi manusia dan lingkungan.

8. Peach

Buah peach yang manis dan berbulu halus ini kerap mengandung residu pestisida. Coba-lah membeli buah peach organik jika memungkinkan.

9. Pir

Buah pir juga sangat mungkin mengandung pestisida. Cuci bersih pir sebelum dikonsumsi atau konsumsi buah pir yang ditanam secara organik.

10. Paprika dan cabai

Paprika dan cabai baru masuk ke dalam daftar baru-baru ini. USDA menemukan 115 jenis pestisida berbeda pada tanaman jenis ini.

11. Seledri

Seledri menjadi salah satu sayuran dengan kalori rendah. Sayangnya, sayuran satu ini membawa residu pestisida di dalamnya. Sebaiknya, bersihkan batangnya dengan baik sebelum menyajikan seledri dalam hidangan.

12. Tomat

Tomat mengandung banyak nutrisi, termasuk vitamin C yang dibutuhkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, sayangnya tomat termasuk ke dalam salah satu sayuran yang kerap terpapar pestisida.

Pastikan mencuci bersih tomat di bawah air mengalir setidaknya 10 detik sebelum memakannya. Lakukan hal yang sama pada tomat organik. (mel/asr)

 

Sumber: CNN Indonesia
Foto: dari berbagai sumber